Gambaran Investasi di Indonesia

17aData terakhir yang dikeluarkan Word Bank yang melakukan survei terhadap beberapa negara berkembang tempat penanaman modal / investasi negara negara modal, Indonesia mengalami penurunan dalam tingkat menarik investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia, malah peringkat yang dikeluarkan Word Bank peringkat Indonesia dibawah dari negara negara ASEAN seperti Malaysia, Vietnam, Thailand, Philiphine apalagi dibandingkan dengan Singapore.

Ada bebrapa factor yang kiranya dapat dijadikan renungan mengapa hal itu terjadi yaitu diantaranya

Ribetnya pengurusan dan kesepahaman perjanjian investasi merupakan problem utama investor tidak mau berinvestasi di Indonesia, kadang negara Indonesia sangat arogan hanya mementingkan diri sendiri tanpa mementingkan pihak Investor, negara hanya menilai Investor sebagai penambah pendapatan Negara, keberadaan investor hanya dinilai sebelah mata, ada istilahn “mau menanamkan modal silahkan, tidak juga ridak apa apa, masih banyak yang lain” ungkapan itu harus dihilangkan karena akan memperngaruhi citra negara kita yang hanya mementingkan duit dan yang paling parah kepercarcayaan dunia kepada Indonesia untuk menanamkan modalnya akan berkurang, jelas hal ini akan memperngaruhi Investor yang akan masuk ke Indonesia dan yang lebih parah investasi tidak mau lagi memilih negara Indonesia sebagai tujuan Investasi.

Kebijakan kebijakan ketenagakerjaan yang harus segera diperbaiki yang lebih menunjang dan melindungi kegiatan investasi, karena pengaturan ketenakerjaan merupakan penopang utama berjalannya dunia investasi di negara Indoensia, bayangkan tanpa adanya pengaturan ketenagakerjaan di dunia Investasi, siapa yang kan menjadi pelaksana produksi. Pengaturan yang utama masalah buruh/tenagakerja, gambaran di negara kita sering terjadi demo-demo buruh yang mengakibatkan para investor berpikiran buruk terhadap dunia usaha di Indonesia, dapat dianalogikan sebagai berikut dengan adanya demo buruh di suatu perusahaan maka kegiatan produksi suatu pabrikan akan terhenti jika berhenti kegiatan produlsi maka tidak ada produk yang dihasilkan dengan tidak adanya produk yang dihasilkan tidak ada barang yang dijual alhasil perusahaan tidak menghasilkan pemasukan apalagi laba sedangkan demo berlangsung beberapa hari, berapa kerugian yang harus ditanggung perusahan bila terjadi demo tiapa hari sedangkan perusahaan tetap dituntut harus tetap membayar upah buruh, beban-beban lain, perusahaan dapat uang dari, perusahaahn membayar semua tersebut mengandalkan laba hasi penjualam produk. Mungkin hal ini lah yang menjadi salah satu faktor investor yang udah ada di Indonesia mencabut investasinya dan mengalihkan ke negara lain yang dunia usahanya lebih kondusif contoh, perusahaan sepatu nike, adidas. Perusahaan elekronik panasonik dan DLL yang mengalihkan perusahaan investasinya ke negara tetangga.

Apa itu merupakan kerugian? Saya jawab kerugian besarrrrrrrrrr bagi negara kita

Di samping faktor itu, ada juga masalah Birokrasi yang menghambat dunia usaha, begitu panjang izin dari pusat sampai daerah tingkat kotamadya/kabupaten sampai izin di lingkungan setempat semua itu hanya untuk mendapatkan izin berinvestasi, hal tersebut menyebabkan tersedotnya modal investasi yang tadinya untuk modal produksi tapi digunakan untuk membayar ongkos ongkos birokrasi. Disamping itu juga pengenakan pajak maupun retribusi yang begitu beragam mengakibatkan pajak dan retribusi dibebankan kepada biaya prosuksi sehingga barang menjadi mahal harganya, disinyalir dengan tingginya pajak di Indonesia barang barang exsport kalah bersaing dengan barang barang export dari negara lain dengan harga yang lebih murah dan dengna kualitas yang sama, tentu semua ini yang rugi negara kita dan tentu juga para investor kita yang tadinya mengharapkan keuntungan dari proses tersebut

Dan disamping juga faktor faktor lain yang kiranya menghambat investor masuk ke negara kita seperti keadaan politk, keamanan, perlindungan hukum yang tidak mendukung para investor..

Ada adekdot, ”klo di negara cina para investor itu diibaratkan sapi, sapi itu terus dirawat dengan baik sehingga beanak beranak dan terus berkembanga sehingga menguntungkan daerah-daerah sekitarnya sehingga bisa ikut berternak sapi dan hal terus berkembang, kalo di Indoneisa investor itu diibarkan bagaikan sapi perah yang terus diperah oleh sana sini sampai kering bahkan sampai mati

Begitulah keadaan dunia investasi di negara kita, sehingga apa yang harus dilakukan negara Indonesia khususnya pemerintah?

Silakan berkomentar dan tangapannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: