Tepat Waktulah…….Wahai Sidang Pengadilan !

japanese-stylesaha-teu-wauh-siga-orang-jepangTulisan ini hanya pengalaman pribadi sebagai masyarakat biasa, keterlambatan waktu sidang di pengadilan. mungkin sudah banyak tulisan yang serupa, namun tidak ada salahnya penulis memaparkan lagi, demi terciptanya kedisiplinan waktu.

Tahun 1997, penulis pertama kali beurursan dengan dunia pengadilan, dimana waktu itu penulis menjadi saksi atas pengeroyokan siswa SMA (teman penulis) oleh siswa SMA lain, jadwal sidang ditetapkan jam 9 pagi, jadwal itu telah dikonfirmasi 3X berturut beberapa hari sebelumnya, jadwal tetap jadwal tidak berubah sampai pagi2 sebelum jadwal sidang dikonfirmasi lagi ke petugas pengadilanyg berwenang tetaptidak berubah, tetap jam 9. kami sudah berada di tempat jam 8 pagi menuggu jadwal sidang jam 9, ditunggu dari jam 9-11, para. proses sidang tak kunjung datang dengan berbagai alasan oleh petugas yang mengatur sidang penegak hukumnya belum datang, masih di jalan, sedang rapat. belum ada ruang. Masih sidang di tempat lain dll… next time sidang baru dimulai jam 12. 30 siang. penulis dalam hal itu sebagai saksi agak kecewa!

Tahun 2002, penulis bertindak sebagai mahasiswa hukum yang ditugasi mengikuti proses persidangan. setiap penulis datang, penulis selalu melihat jadwal sidang, hari dan tempat tapi disitu tak ada jadwal waktu sehingga harus nanya kepada advokat yang menangani perkara. Katanya

“kebanyakan jadwal sidang antara jam 9-10 tapi para advoakate yang ditemui berucap jangan diharap tepat waktu biasanya jadwal jam 9 dimulain paling lambat jam 12an”,

betul saja baru sekitar jam 11an para pihak yang berkepentingan datang, barulah sidang dimulai.

Tahun 2008, penulis bertindak sebagai calon advokate yang magang di suatu lawfirm, yang diwajibkan menghadiri dan mengikuti proses sidang, Jadwal yang diperoleh dari rekan yaitu jam 10, tapi setelah jam 10 sidang belum juga dimulai, sambil nunggu, penulis ikut mendengarkan obrolan para advokat senior, ada obrolan yang nyeleneh dari seorang advokate,

”siapa yang terpilih jadi gubernur jabar, tak ada pengaruhnya dengan para advokate tetap saja jadwal sidang jam 9 dimulai jam 12”. jangankan ganti gubernur, Ketua PN ganti2. kejari ganti2. tetap aja tetap ngaret jam sidang, sudah jadi kebiassan, susah harus gimana ngerubah kebiassan buruk ini?”.

atas obrolan ini penulis merenung, memang hal ini kayaknya sudah menjadi kebiasan buruk dalam proses pengadilan walaupun di luar dari pokok persoalan penyelesaian perkara, dari tahun 1997-2008 yang dialami penulis, ketelatan jam sidang tidak ada perubahan ke arah kedisiplinan yang lebih baik.

Apa jadwal sidang seenaknya dibuat tanpa dahulu dikonfirmasi kesediaan kepada pihak yang ikut berkepentingan dalam proses sidang baik itu ke Hakim, Jaksa, terdakwa atau penggugat-tergugat, advokat atau kepada pihak yang berkepentingan terhadap perkara, atau undangan waktu sidang sudah disampaikan, tapi tetap saja mereka datang terlambat!!!!!!!

Penulis dalam tulisan ini tidak akan menyalahkan siapa-siapa, tapi penulis hanya bisa berharap akan adanya sesuatu perubahan ke arah yang lebih baik. kita liat saja dengan waktu yang terbuang berjam-jam dengan percuma, terurtama kepada pihak pencari keadilan di luar para pejabat yang mengadili, mereka harus menunggu dan menunggu berjam-jam dengan perasaan bertanya-tanya, sudah dimulai sidangnya, sudah datang bapa hakimnya, sudah datang jaksanya sudah ada ruangnya, apa para pencari keadilan harus mengurus yang demikian pula, jadi apa saja petugas pengadilan yang tugasnya demikian?, apa layak pencari keadilan diperlakukan demikian, diharuskan menunggu dan menunggu dengan kecemasan, apa ini sudah menjadi resiko bagi pencari keadilan !!!!!, padahal waktu yang terbuang percuma sampai berjam-jam untuk menunggu, bisa lebih dimanfaatkan untuk memenuhi kepentingan yang lain, karena setiap orang punya kepentingan waktu tersendiri. Baik itu jaksa, hakim, advokat, terdakwa, penggugat-tergugat maupun keluarga yang berkepentingan pasti mempunyai kepentingan atas waktu tersendiri.

Setidaknya dengan tulisan ini ada intropeksi diri baik itu semua pihak baik aparatnya maupun para pihak pencari keadilan menuju perubahan yang lebih baik, karena perubahan harus dimulai dari itikad baik diri masing masing . Hormatilah waktu, disiplin akan waktu yang telah ditetapkan. Hormatilah kepentingan orang lain seperti anda ingin dihormati atas kepentingan anda sendiri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: